Dibuntuti dari jauh

Bos Toko Emas Digasak, Rp 600 Juta Raib

Kompas.com - 15/07/2010, 10:39 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Uang Rp 600 juta milik Abdul Hakim (45) raib saat pengusaha toko emas itu mengganti ban mobilnya, Rabu (14/7).

Peristiwa yang menimpa pengusaha asal Dramaga, Kabupaten Bogor, itu terjadi di Jalan Raya Semplak, persisnya di depan Apotek Semplak, Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, sekitar pukul 13.30.

Dalam aksinya, penjahat yang mengendarai sepeda motor Suzuki Thunder menggasak uang Rp 600 juta yang disimpan di jok kiri depan mobil Toyota Yaris yang dikemudikan sang pengusaha.

Kejadian itu berlangsung tak lama setelah Abdul Hakim mengambil uang Rp 600 juta dari Kantor Cabang Bank Central Asia (BCA) di Jalan H Juanda, Kota Bogor. Sedianya uang itu akan digunakan untuk membayar gaji karyawan.

Saat melintas di depan Apotek Semplak, atau sekitar 5 km dari BCA Jalan H Juanda, tiba-tiba ban belakang sebelah kiri mobil Toyota Yaris F 1249 GW yang dikemudikan Abdul Hakim itu kempis. Kebetulan di sana ada kios tambal ban. Abdul pun membelokkan mobilnya ke kanan karena posisi tambal ban berada di seberang jalan.

Di kios tambal ban itu, Abdul tidak menambah angin, melainkan mengganti ban mobilnya dengan ban cadangan.

"Kejadiannya begitu cepat Mas, saya sendiri tidak tahu. Saat itu saya sedang memasang ban cadangan. Sedangkan pemilik mobil sedang mencuci tangan setelah memasukkan ban yang kempis ke bagasi," kata Ardi (57), tukang tambal ban, saat ditemui di lokasi kejadian.

Meski mengetahui tas berisi uang Rp 600 juta itu digasak pencuri, kata Ardi, si pemilik mobil tidak terlihat panik. "Saat itu, saya melihat ada tiga motor dan yang satu boncengan. Orang yang boncengan langsung membuka pintu mobil sebelah kiri dan mengambil tas," katanya.

Setelah mengetahui tasnya dicuri, Abdul Hakim meminta tolong seorang lelaki yang kebetulan melintas menggunakan sepeda motor untuk mengejar si pencuri. "Setelah itu saya tidak tahu. Dia langsung balik lagi dan bilang pelakunya sudah pergi jauh dan tidak terkejar," kata Ardi.

Pemilik warung kopi di dekat lokasi kejadian mengatakan, para pencuri sudah membuntuti mobil Toyota Yaris itu dari jauh. "Saya lihat ada tiga motor. Satu di seberang, satu memantau dari jauh, dan satu lagi jenis Thunder yang penumpangnya mengambil tas," kata pria yang enggan menyebutkan namanya itu.

Kasatreskrim Polresta Bogor AKP Indra Gunawan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. (wid)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau